Wisma Bahasa Bulletin

You are in : Home > Bulletin


Buletin Wisma Bahasa
Edition: February 2007
Isi / Contents
Penulis
Karangan Murid
  Orang Jalanan di Paris

Tammy Gouldstone
(mantan murid, asal Amerika)

Level: Intermediate

Kronik Indonesia Redaksi
Tata Bahasa - Pemakaian Prefiks ber- (bagian 1) Redaksi
Realia Redaksi
Percik Redaksi
Masalah Kebahasaan Redaksi
Mozaik Wisma Bahasa Redaksi
Selamat Kawan !!
 
Redaksi
Penanggung jawab: Direktur










 





Karangan Murid
Orang Jalanan di Paris

Di Paris, Resto du Coeur, warung dari hati adalah salah satu organisasi sosial Prancis yang bekerja untuk orang jalanan. Pada 1960, orang jalanan sering dibantu oleh Resto du Coeur. Organisasi itu mempunyai 3 kegiatan utama: menyediakan makanan di jalan, menyediakan rumah-rumah singgah dan kapal-kapal di sungai di Paris untuk tinggal sementara waktu,  dan menciptakan konsep baru untuk beberapa rumah penampungan. Mengapa organisasi itu ada? Organisasi itu ada karena semakin banyak orang jalanan di semua kota besar di Prancis. Orang jalanan ini tidak mempunyai rumah, pekerjaan dan fasilitas sosial. Sering kali, mereka tidak mengetahui mengapa mereka berada di dalam situasi buruk seperti itu. Orang-orang itu menjadi orang jalanan”sebagai akibat dari munculnya masalah psikologis dan masalah hubungan personal dan juga dampak dari PHK (pemutusan hubungan kerja).

Setiap hari, mereka mengemis atau mengamen di jalan dan di metro (kereta bawah tanah). Mereka memasuki metro dan mulai pidatonya, Nama saya Pierre. Saya sendiri, saya lapar dan tidak makan sejak dua hari. Tolong berikan saya  beberapa koin supaya saya bisa makan dan membayar kamar.” Kemudian, mereka berkeliling dan mendapat koin-koin itu. Setiap malam, Resto du Coeur bisa ditemukan orang jalanan di banyak daerah parkir. Tenaga sukarela menghidangkan makanan kepada orang jalanan.  Di sana, orang jalanan menikmati waktu yang pendek dan mengobrol. Kemudian, mereka harus mendatangi resto itu cepat-cepat kalau tidak, mereka pasti tak akan mendapat makanan.

Setelah  itu, mereka mencari tempat tidur: di stasiun metro di bahwa tanah, di jalan atau di taman umum. Situasi itu menjadi rumit selama musim dingin karena stasiun metro itu adalah satu-satunya tempat di mana mereka bisa menghangatkan diri.  Sebagian kecil, orang bisa tidur di peniche (kapal) atau tempat penampungan.  Salah satu aturan di sana bahwa orang jalanan bisa tinggal sekali sebulan selama satu minggu saja.  Kesempatan itu memungkinkan orang jalanan untuk mandi, mempunyai tempat tidur nyaman dan makanan.  Kegiatan utama ketiga yang baru diciptakan tahun 1998 adalah rumah penampungan. Konsep itu dimulai Resto du Coeur dengan 50 tenaga sukarela dan 50 orang jalanan. Rekomendasi untuk memasuki rumah itu didapat dari pekerja sosial yang mengikuti orang jalanan.

Menurut aturan-aturan di rumah itu, orang jalanan bisa tinggal selama satu tahun di sana dan harus sering bertemu dengan tenaga sukarelanya dan pekerja sosialnya. Ada wanita dan pria di rumah itu. Sering kali, wanita mempunyai anak-anak. Kelompok wanita pasti diabaikan oleh suami atau pacarnya.  Dalam dua tahun, seorang wanita berumur 30 tahun dan anak perempuannya yang berumur 7 tahun saya dampingi. Mereka berasal dari Senegal, negara di Afrika Barat. Di sana, dia bertemu suaminya, orang Prancis. Kemudian dia meninggalkan negaranya dengan suami dan anaknya untuk menjalani gaya hidup Prancis. Mula-mula, dia khawatir tetapi dia berpikir bahwa kehidupan di Prancis akan lebih menarik untuk pendidikan anaknya.

Setelah sementera waktu di Prancis, dia menemukan bahwa suaminya mempunyai gaya hidup berbeda : selalu mabuk dan bersama wanita lain. Suatu hari, suaminya memaksa mereka untuk keluar dari rumah dan tidak boleh pulang. Untunglah, mereka sudah menikah dan wanita itu sudah menerima kewarganegaraan Prancis. Dia bisa minta bantuan dari sebuah lembaga pemerintah dan bertemu dengan seorang pekerja sosial. Setelah beberapa bulan tinggal di mana-mana, dia memasuki rumah penampungan. Kami bertemu dua kali seminggu dan bekerja sama untuk membuat rencana. Dia ingin mengikuti kelas untuk menjadi sekretaris. Dalam pada itu, dia mencari pekerjaan sebagai kasir supermarket. Setiap kali kami bertemu, saya membantu untuk memahami semua dokumen sosial yang dikirim pemeritah supaya dia bisa menerima fasilitas sosial dari sebuah lembaga sosial pemerintah.

Kadang-kadang, saya memberikan nasihat-nasihat berbeda tentang: membuat CV, menyelesaikan formulir lamaran, mempersiapkan wawancara dan pertanyaan lain menurut keperluannya. Kadang kala, kami makan malam bersama dan saya bermain dengan anaknya.  Untunglah, dia tidak khawatir dengan anaknya karena anaknya suka  bersekolah dan tidak mempunyai masalah besar. Organisasi sosial Prancis mendapat dana dari perusahaan-perusahaan swasta, uang pribadi, dan juga dari lembaga-lembaga pemerintah untuk melakukan proyek sosialnya. Setiap tahun, beribu-ribu orang Prancis memberikan uang dan/atau ikut serta dalam aktivitas-aktivitas sosial. Hal-hal tersebut penting, tetapi masalah sosial di jalan itu menjadi semakin buruk setiap tahun sejak 10 tahun terakhir karena banyak orang  tidak mempunyai pekerjaan. Orang-orang yang tidak bekerja dan sudah lama menganggur mendapatkan banyak uang dari pemerintah yang setara dengan 80% gaji mereka dulu. Kini, tingkat pengangguran Prancis naik dengan tajam sampai 11%. Situasi itu berdampak pada orang jalanan, orang muda yang baru pertama kali  mencari pekerjaan dan orang yang hampir pensiun.

Rumah singgah : shelter
Rumah (tempat) penampungan : shelter
Dampak : effect
PHK : fired
Mengemis : to beg     
Mengamen :   travelling music player
Tenaga sukarela : volunteer
Pekerja sosial : social worker
Diabaikan : ignore, disregard

Rumit : complicated
Mendampingi : to accompany
Kewarganegaraan : citizen
Kasir : cashier
Dalam pada itu : in the meantime
Kadang kala : sometime
Menganggur :  to be unemplyod
Tingkat pengangguran: unemplyoment rate
Lamaran:  aplication




[ kembali ke Daftar Isi ]








 


Kronik Indonesia
Peristiwa yang terjadi setiap hari di Indonesia pada bulan Januari


1/1

SELAMAT TAHUN BARU 2007!
Pesawat AdamAir rute jakarta – Surabaya – Menado yang mengangkut 96 penumpang hilang dalam penerbangan Surabaya – Menado.


2/1

421 korban Kapal Motor Senopati Nusantara yang tenggelam 30 Desember lalu hingga kini belum ditemukan.


4/1

Dua puluh dua piala Citra hasil Festival Film Indonesia 2004 – 2006 dikembalikan oleh berbagai pihak sebagai protes terhadap penyelenggaraan dan penjurian FFI 2006.


8/1

Mantan presiden RI Megawati Soekarnoputri menginginkan penyelenggaraan pemilihan rpesiden diadakan lebih dahulu sebelum pemilihan umum untuk anggota legislatif.


12/1

Polisi menangkap 5 pelaku kerusuhan Poso dan menembak mati satu di antaranya. Selain pelaku, penangkapan tersebut juga menewaskan 2 warga lainnya dan satu orang polisi.


13/1

Bencana longsor terjadi di Tahuna Kabupaten Sangihe Sulawesi Utara yang menewaskan 20 orang dan 13 orang dinyatakan hilang


16/1

Pawai rakyat menuntut pencabutan mandat rakyat terhadap Presiden SBY berlangsung damai di Jakarta. Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan bahwa demo tersebut inkonstitusional.


17/1

Gerbong keempat Kereta Api Bengawan jurusan Solo – Jakarta jatuh ke sungai di Desa Rancamaya Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Lima penumpang tewas dan 210 penumpang lainnya cedera.


19/1

Pemerintah menetapkan 9 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan sebagai provinsi dengan resiko tinggi flu burung.


22/1

Kontak senjata terjadi antara polisi dan warga di Poso dalam upaya polisi menangkap pelaku kerusuhan Poso mengakibatkan seorang polisi dan sembilan warga sipil tewas.


24/1

Hingga 22 Januari, penderita demam berdarah dangue (DBD) di Indonesia mencapai 1500 kasus. Penderita terbanyak terdapat di DKI Jakarta dengan 955 kasus.


30/1

Potensi kerugian peternak akibat wabah flu burung dalam tiga bulan pertama tahun 2007 diperkirakan senilai Rp 1 triliun


31/1

Presiden SBY menginstruksikan Menteri Dalam Negeri untuk merevisi Peraturan Pemerintah No. 37/2006 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD karena menimbulkan banyak protes masyarakat.


 

 


[ kembali ke Daftar Isi ]






 




Tata Bahasa

Memakai Prefiks ber-?

Di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.

1. menyeberang
2. menguning
3. menyapu
4. menyambal
5. melukis
6. memancing
7. melaut
8. mengering
9. menonton
10. mengaum


 

 

 

 

 

Sekarang perhatikan bagaimana memakai Prefiks ber- di bawah ini:

Prefiks ber- adalah prefiks yang produktif dalam bahasa Indonesia. Prefiks ber- membentuk kata kerja intransitif, yaitu kata kerja tanpa objek. Prefiks ber- mempunyai tiga bentuk:

- be- kalau kata dasarnya mulai dengan huruf  “r” atau kalau suku kata pertama  berbunyi /er/
(if the rootword begins with the letter “r” or the first syllable of the root  word  sounds like /er/)
Contoh:   
ber- + renang                   -------------->     berenang
ber- + kerja                     -------------->     bekerja

- ber- kalau kata dasarnya tidak mulai dengan huruf  “r” atau kalau suku kata pertama tidak berbunyi /er/
(if the rootword does not begin with the letter “r” or the fisrt syllable of the root  word does not sound like /er/)
Contoh:   
ber + jalan                       -------------->     berjalan
ber + temu                       -------------->     bertemu

- bel- kalau kata dasarnya “ajar” menjadi belajar
(if rootword “ajar” become “belajar”)

Arti prefiks ber- antara lain:
1. mempunyai /to have or to posses
(to get meaning of “to have or to posses” prefix  ber- have to be added to noun)

Contoh:

  • - Anak itu berambut hitam.

    = mempunyai rambut

    - Kucingku bernama Manis

    =mempunyai nama

  • 2. memakai / to wear or to use
    (to get meaning of “to wear or to use” prefix ber- have to be added to noun)

    Contoh:

    - Isteri saya berbaju merah.

    = memakai baju

    - Karena hujan, saya berpayung

    = memakai payung

    3. naik  / to use transportation  or to ride
        (to get meaning of “to use transportation  or to ride” prefix ber- have to be added to noun)

    Contoh:

    - Saya lebih suka bersepeda daripada naik bis.

    = naik sepeda

    - Di daerah gunung  banyak orang berkuda.

    = naik kuda

    4. mengeluarkan, memproduksi / produces, expels / draws / exits
       (to get meaning of “produces, expels / draws / exits” prefix ber- have to be added to noun)

    Contoh:

    - Karena panas, badan saya berkeringat

    = mengeluarkan keringat

    - Pada bulan ini pohon mangga berbuah.

    = memproduksi buah

    5. mengandung, berisi / to contain
        (to get meaning of “produces, expels / draws / exits” prefix ber- have to be added to noun)

    Contoh:

    - Saya suka makan makanan bervitamin

    = mengandung vitamin

    - Air sungai itu sudah beracun.

    = mengandung racun

    Latihan

    Find the meaning of prefix ber- in these sentence below:
    E.g.                  Anak itu berambut hitam.                             
                            Anak itu mempunyai  rambut hitam.

    1. Di kantor saya selalu berdasi.

    ……………………

    2. Kami akan berkereta api ke Jakarta.

    ……………………

    3. Jessica bermata biru.

    ……………………

    4. Ayam di kebun sudah bertelur.

    ……………………

    5. Makanan ini berprotein tinggi.

    ……………………

    6. Jangan makan ikan ini karena ikan ini sudah berbau.

    ……………………

    7. Dia selalu berkacamata hitam ketika di jalan.

    ……………………

    8. Di Jakarta kebanyakan orang bermobil kalau pergi ke kantor.

    ……………………

    9. Paman saya berhidung mancung.

    ……………………

    10. Tangan saya berdarah karena jatuh dari sepeda.

    ……………………

     


    [ kembali ke Daftar Isi ]




     

     

    Realia

    Rubrik ini berisi tentang realia atau media pengajaran yang dipakai di Wisma Bahasa


     

    Di mana mereka?


    Dia bekerja dari jam delapan sampai jam enam.
    Dia bekerja selama sepuluh jam



    [ kembali ke Daftar Isi ]



     




    Percik
    Rubrik ini berisi tentang hal-hal yang lucu dan ringan serta kadang-kadang terjadi dalam setiap proses belajar, baik tentang pilihan kata, sinonim, idiom-idiom atau cara bicara. Tapi misi dari rubrik ini bukan untuk mentertawakan murid tapi belajar dari kesalahan-kesalahan itu untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu redaksi menerima cerita-cerita lucu dari guru ataupun murid.

    Suatu hari datang seorang perempuan Jepang. Dia bilang kepada seorang karyawan Wisma Bahasa bahwa hari ini dia akan melakukan placement test. Karyawan itu bingung karena menurut jadwal kerjanya hari itu tidak ada calon murid baru yang akan melakukan placement test. Akan tetapi dia tidak mau mengecewakan calon murid itu. Dia siapkan ruangan dan guru yang akan memberikan placement test.
    Sesudah menerima penjelasan dan buku tes calon murid tersebut segera mengerjakannya. Akan tetapi kira-kira sepuluh menit kemudian dia kelihatannya menjadi bingung. Dia lalu bertanya kepada guru yang mengawasinya.
    “Ini betul Wisma Bahasa?“ tanya dia.
    “Iya betul. Kenapa?” guru itu balik bertanya.
    “Saya mau belajar bahasa Inggris. Ini tes bahasa Indonesia“ jawabnya.
    Sadar apa yang terjadi guru itu tertawa lalu menjelaskan bahwa Wisma Bahasa di sini adalah Wisma Bahasa yang mengajarkan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk Wisma Bahasa Inggris ada di gedung yang lain. Memang keduanya dari satu yayasan yang sama, yaitu Yayasan Suara Bhakti. Akhirnya guru itu mengantarkan calon murid itu ke Wisma Bahasa Inggris.

    (Wisma Bahasa Inggris selain banyak menerima murid orang Indonesia juga menerima banyak murid dari Jepang. –Red)
     


    [ kembali ke Daftar Isi ]





     





    Masalah Kebahasaan

    Menjawab pertanyaan-pertanyaan murid seputar permasalahan kebahasaan


    Penggunaan Ber-

    Tanya:
    Apakah kata “beranak” memang hanya dipakai untuk binatang dan tidak bisa dipakai pada manusia? Apakah benar kata itu tidak sopan kalau dipakai untuk manusia? Terima kasih.

    Jong Hee, Amerika

    Jawab:
    Awalan (prefix) ber- pada kata “beranak” punya dua arti. Arti pertama adalah “mengeluarkan anak”  Dalam hal ini memang lebih tepat dipakai untuk binatang, misalnya:
              “Dia hampir pingsan ketika melihat anjing itu sedang beranak karena anjing itu berdarah banyak.”
              “Semua ular bertelur. Tidak beranak
    Arti kedua adalah “punya anak”. Dalam hal ini bisa dipakai pada manusia baik laki-laki maupun perempuan misalnya:
              “Perempuan itu sudah bersuami, tetapi dia belum beranak.
              “Kakak laki-lakiku beranak dua. Keduanya belajar di Universitas Gadjah Mada”
    Pemakaian kata “beranak” yang kurang tepat atau tidak sopan adalah kalau kata itu menggambarkan proses biologi, yaitu “mengeluarkan anak” seperti pada kalimat:
              “Kemarin ada seorang perempuan beranak di dalam bis”
              “Itu adalah klinik untuk perempuan beranak.”
    Kedua kalimat di atas sebaiknya:
    “Kemarin ada seorang perempuan melahirkan anak di dalam bis”
              “Itu adalah klinik untuk bersalin.”


    [ kembali ke Daftar Isi ]





     





    Mozaik Wisma Bahasa
    Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Wisma Bahasa

    1 

    Perayaan Natal 2006 dan Tahun Baru 2007
    Tanggal 17 Januari 2007 Wisma Bahasa mengadakan acara perayaan Natal dan tahun baru 2007. Acara ini diikuti oleh semua staff, guru,karyawan dari semua divisi Yayasan Suara Bhakti (Wisma Bahasa Indonesia, Wisma Bahasa Inggris, Project Management, dan Community Development) dan semua murid Wisma Bahasa. Acara diawali dengan doa syukur dan mohon berkat untuk tahun yang baru dan dilanjutkan acara makan malam bersama yang diselingi dengan acara spontanitas dari guru dan murid.


    2

    Kunjungan ke Desa Brayut
    Beberapa murid dan guru pada tanggal 27 Januari 2007 mengadakan kunjungan ke Desa Brayut, Sleman. Acara ini diadakan untuk mengenal lebih dekat bagaimana kehidupan sehari-hari orang-orang desa. Di desa para murid diperkenalkan bagaimana cara mempersiapkan lahan pertanian dari membajak sawah sampai menyemai padi.Tidak hanya teori, murid- murid langsung diajari praktik membajak, menanam padi,dan menyemai. Tidak hanya itu saja, para murid diajari juga memanen cabai dan salak.
    Setelah istirahat makan siang bersama yang sudah disediakan oleh penduduk setempat dengan menu makanan yang enak, murid-murid diajari bagaimana memelihara ternak kambing Etawa dan memerah susunya. Acara ini berlangsung dari jam 0 8.00 - 16.00


    [ kembali ke Daftar Isi ]







     

     

     



    Selamat Kawan !!


    Selamat Ulang tahun kami ucapkan untuk murid, mantan murid, dan staf serta karyawan Wisma Bahasa di mana pun Anda berada. Kami tidak akan pernah melupakan Anda. Semoga Anda selalu baik dan semakin baik.... sukses selalu!!!!
    1/2 Matthew Abud, Debra Peck, Ayumi Sawada, Eric Anton Heuser, Anjet Lanting, Matt Marlowe, William K Wells, Ann Britt Sternfeldt,
    2/2 Minna Frederiksson, Arthur L. Warman, Max Wiegmann, Mark Forbes, Volker Dally,
    3/2 Scott Coffey, Vedika Persaud, Chihoko Nakano, Ben Woo Lischner, Christopher Stack, Remco de Hass, Catherine Smith, Van Ba Son, William J.Lines.
    4/2 Michael Grima, Geoff Sanderson, Rosie van Klinken, Helena Webb, Ismu.
    5/2 Simon Kandel, Susanne reuther, Bettina Radner, Matthew Thomas, Ko Nomura, Ariane Riemann, Linda Godfrey.
    6/2 Jonathan Clark, Naomi Diop, Eiji Miyagi, Keiko Watase, Andrea Smith, Aude Joeriman, Frederic Schwenker, Shinyo Low.
    7/2 Lucas Pinxten, David A.Splawn, Jennifer Cotter, Paul Smith, Margaret Rollings, Verena Lehn.
    8/2 Jason Adams Brown, Dorothea Karle, Stuart Bridgewater, Purvis Runskey.
    9/2 Katy Hull, Steffen Kuhl, Amy Pollard.
    10/2 David Nix, Yuki Nakazawa, Larry Brown.
    11/2 Wiebke Doering, Sara Visser, Kevin Freedman.
    12/2 Pierre Emmanuel, Kyozo Yoshikawa, Ptrick Mahony, Tadashi Abe, PC.Abraham, Edgar Janz..
    13/2 Christopher S. Barkan, Peter Ptschelinzew, Regina Hole, Rie Nakaie.
    14/2

    Katharyn H. Lanaro, Marie Christiansson, Jilles de Klerk, Marie Christianson, Mick Wright, Peter
    Wrathall, Steven Douglas Ellis.

    15/2 Minako Niwa, Yasuyo Fukubayashi, Chi Nguyen.
    16/2 Ayako Shimada, Margaret Young, Laetitia Courtois, Luis M Tolley, Jennifer Hewerdine, Kim Rijnders, Luke Orell, Saori Tanaka, Kim Jun Ho.
    17/2 Jonathan Steinbeck, Ayumi Matsuda, Heinrich Jessen, Janine Schneider, Akihiko Kato, Anthony Jurd, Gavriel Langford, Kai Hodgkin.
    18/2 Emma Strudwick, Michael Smith, George Nytes, Linda Tibbetts, Werlen Khatarina.
    19/2 Takahiro Wakabayashi, Eve Warburton.
    20/2 Emilie Jackinsky-Horreu, Kate McLinton, Matthias Kaiser.
    21/2 Michael Eastley, Stuart Bowman, Gregorio Rhoda Lynn.
    22/2 -
    23/2 Carole Nix, Jane McElhone, Gary Godfrey, elisabeth Louise Johnston.
    24/2 Jacob Mathias Wichmann, Rolf Immler, shayne Holley, Judith Illehues, Wenny.
    25/2 Paul Di-Masi, Mirko Herberg, Sayuri Hatakeyama, Maki Noda, Sarah Clare Mandolang, Jennifer Ann Lane, Paul Young, Sally Low.
    26/2 Howard Russell Johnson, Jenni Graves, Jason Cannon, Jordan Newton.
    27/2 Matthew Roennfeldt, Xie Yonghui, Ai Hamasaki, Shin Matsumoto, Greg McFadden, Yuko Ishiguro, Makiko Kurita.
    28/2 Ruben Apostol.
    29/2 Constance Dondore, Tin Maung Naing.



    Selamat bagi murid yang pada bulan lalu sudah selesai belajar... semoga kenangan baik selalu ada pada kita. Selamat bekerja...jangan lupa untuk selalu mempraktikkan bahasa Indonesia
     
    o Paul Metsch (Jerman) PBI
    o Jaime Swift (Australia) UN
    o Annie Sloman (Australia) Individu
    o Daniel Troy (Australia) Individu
    o Ralf Huth (Jerman) GAA
    o Jim Nolan (Australia) Denman Chambers
    o Andrew Wardle (Inggris) CAFOD
    o Keiko Teruya (Jepang) Individu
    o Takako Teruya (Jepang) Individu
    o Hendrik Buesing (Jerman) Borda
    o Graeme Hepburn (Selandia Baru) Individu
    o Nikola Angelovski (Macedonia) German Red Cross
    o Scarlet Love (Australia) Individu
    o David Hammerton (Australia) Individu
    o Mark Forbes (Australia) The Age
    o Catherine Plumridge (Inggris) ICRC
    o Pia Vraalsen (Norwegia) UNICEF
    o Davids Michaels (Amerika)

    Individu

    o Yuko Amada (Jepang) Individu
    o Eva van Ooijen (Belanda) Individu
    o Kristina Neubauer (Jerman) EED
    o Jody Weaver (Australia) Freeport
    o Brian Leblanc (Kanada) Redpath
    o Kulawee (Thailand) John Hopkins Univ.
    o Yanichnat (Thailand) John Hopkins Univ.
    o Philippa Zaenoeddin (Amerika) Individu
    o Konomi Hoshi (Jepang) Individu
    o Stephen Wurst (Australia) ADF
    o Helene Naidis (Australia) AVI
    o Grahame Rowland (Australia) AVI
    o Ruth Pitt (Australia) Individu
    o Oliver Schoutt (Jerman) DED


    DAN YANG TIDAK BOLEH LUPA :




    [ kembali ke Daftar Isi ]
    You are in : Home > Bulletin
    Back to main frame/page


    Copyright (C) 1996-2010 Wisma Bahasa. All rights reserved