Wisma Bahasa Bulletin

You are in : Home > Bulletin


Buletin Wisma Bahasa
Edition: Desember 2006
Isi / Contents
Penulis
Karangan Murid
  Pendidikan yang Baik

Brenda Sinclair
(eks murid, bekerja di IRD)

Intermediate

Kronik Indonesia Redaksi
Tata Bahasa - Pemakaian Prefiks me- Redaksi
Realia Redaksi
Percik Redaksi
Masalah Kebahasaan Redaksi
Mozaik Wisma Bahasa Redaksi
Selamat Kawan !!
 
Redaksi
Penanggung jawab: Direktur










 





Karangan Murid
Pendidikan yang Baik

Saya datang di Indonesia tiga bulan lalu untuk bekerja sebagai penasihat pendidikan. Saya berasal dari Kalifornia di Amerika Serikat. Sebelum datang di Indonesia, saya tinggal di kota Washington, DC selama empat tahun.
Selama  tinggal di kota Washington, saya mengurus proyek pendidikan. Sebelum itu, saya guru untuk murid SMP di Afrika, Spanyol, dan Amerika selama lima tahun.

Saya pikir pendidikan adalah penting sekali agar bisa  mencari pekerjaan yang baik. Di Indonesia, ada dua tipe pekerjaan, formal dan informal. Orang yang bisa masuk sekolah swasta atau sekolah negeri bagus punya lebih banyak kesempatan daripada orang desa. Orang miskin atau dari desa tidak punya akses dan harus bekerja.
Orang Indonesia yang masuk universitas bisa membuat keputusan tentang profesi mereka. Mereka bisa bekerja sebagai guru, dokter, wartawan, perawat, pramugari, hakim, dosen, atau pengusaha. Kebanyakan orang yang lulus dari universitas bekerja untuk perusahaan swasta, tetapi yang paling popular pegawai negeri. Bekerja untuk pemerintah adalah popular sekali karena karyawan menerima uang pensiun, dihormati, dan ada sedikit kompetisi untuk promosi.

Kebanyakan orang Indonesia yang tinggal di desa dan tidak punya pendidikan tingkat tinggi sehingga mereka kebanyakan  bekerja di pekerjaan informal. Beberapa orang  keluar dari sekolah sesudah tingkat 1 SMP untuk membantu keluarganya. Kebanyakan orang  bekerja sebagai penjual di pasar atau toko, pembatik, atau sopir (swasta, bis, taksi, dll.). Tergantung di mana mereka tinggal, beberapa bekerja sebagai petani, tentara, atau nelayan.
Di Yogyakarta ada banyak orang yang bekerja di pekerjaan informal. Contohnya orang bekerja sebagai tukang becak, tukang roti, tukang sampah, dan pembantu. Biasanya orang tidak punya banyak pendidikan sehingga  menerima gaji lebih kecil daripada orang yang punya banyak pendidikan. Makin tinggi pendidikan makin banyak kesempatan.

Saya berharap bisa membantu anak-anak di Indonesia tinggal di sekolah sehingga mereka punya banyak kecakapan, lebih banyak pengetahuan, dan cukup waktu untuk bermain.

 

Penasihat = advisor
Swasta = privat
Akses = aces
Wartawan = journalist
Perawat = a nurse
Pramugari = stewardes
Hakim = judge
Dosen = professor
Pengusaha = businessman

Pembatik = batik artis
Tentara = soldier
Nelayan = fisherman
Tukang roti = someone who sales cakes, breads by riding a cart
Tukang becak = becak driver
Tukang sampah = garbage collector
Pengetahuan = knowledge
Uang pensiun = pension

Oleh : Drenda Sinclair
(eks murid,bekerja di IRD)



[ kembali ke Daftar Isi ]








 


Kronik Indonesia


1/11

Presiden SBY menegaskan kerja sama keamanan di kawasan ASEAN makin penting. Ini sejalan dengan komitmen ASEAN membentuk komunitas keamanan.


2/11

Pengamat pendidikan Buchori menilai kebijakan pendidikan nasional masih tidak jelas. Jika tidak diperbaiki, Indonesia akan menjadi bangsa yang gagal.


3/11

Presiden SBY menyatakan bahwa pemerintah telah membatalkan 506 peraturan daerah, merevisi 148 perda, dan akan membatalkan 804 perda yang bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.


4/11
-

5/11
-

6/11

Pemerintah diminta segera mengeluarkan aturan yang melarang penyelewengan tugas dan fungsi prajurit TNI sebagai alat pertahanan. Hal ini disampaikan karena ada fenomena prajurit TNI aktif yang juga bekerja sebagai petugas atau konsultan pengamanan.


7/11

Pemberantasan korupsi di Indonesia mulai menunjukkan hasil dengan membaiknya Indeks Persepsi Korupsi (IPK 2006), yaitu 2,4 atau urutan ke-130 dari 163 negara. Tahun sebelumnya IPK Indonesia 1,9 tahun 2003, 2,0 tahun 2004, dan  2,2 tahun 2005.


8/11

Pendistribusian voucher bantuan pendidikan dinilai tidak transparan. Sebagaian besar voucher dibagikan langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional. Presiden telah meminta Mendiknas tidak lagi melanjutkan pemberian bantuan pendidikan melalui voucher.


9/11

Presiden dan wakil presiden bertemu empat mata untuk membicarakan pembetukan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) yang ditentang Partai Golkar. Wapres Jusuf Kalla adalah Ketua Umum Partai Golkar.


10/11

Angka pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi, yaitu 1,3 persen per tahun. Itu berimplikasi terhadap penyediaan pangan, lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia tahun 2006 adalah 219,2 juta jiwa.


11/11
-

12/11

Bom kembali meledak di Restoran A&W Plaza Kramatjati, Jakarta Timur. Pelaku peledakan bom yang diduga sebagai bom bunuh diri itu selamat dan hanya menderita luka-luka.


13/11 -

14/11

-


15/11

-


16/11 -

17/11

-


18/11

-


19/11

-


20/11

-


21/11

-


22/11

-


23/11

-


24/11 -

25/11

-


26/11

-


27/11

-


28/11 -

29/11

-


30/11 -

31/11 -

 

[ kembali ke Daftar Isi ]






 




Tata Bahasa

Bagaimana Memakai Prefiks me-?

Sebelum menjelaskan konjungsi yang lainnya, di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.

1. Sejak
2. Tetapi
3. Kalau
4. Meskipun
5. Karena
6. Seandainya
7. Tetapi
8. Karena
9. Meskipun
10. Sejak

Sekarang perhatikan bagaimana memakai Prefiks me- di bawah ini:

Prefiks me- sangat produktif dalam bahasa Indonesia. Prefiks ini sering dipakai dalam tulisan maupun dalam percakapan. Dalam bahasa percakapan (informal stuation) kadang-kadang  tidak dipakai.
The prefix me- is very productive  in bahasa Indonesia. Prefix me- is often used in writing both in speaking communication. Sometime in speaking communication (informal situation) prefix me-  is often dropped.
Sebelum kita belajar membuat kalimat dengan memakai prefiks me-, perhatikan dulu cara membentuk prefiks me-. Prefiks me- bisa menjadi: mem-, men-, meny-, me-, meng- dan menge- .
Before we learn how to use prefix me-, please notice the forming of prefix me-. Prefix me- may become: mem-, men-, meny-, me-, meng-  or menge- depending on the initial of the root word. Below are some rules for guidance:

a. Become mem-, when the root word begins with b, p, f,v (p is dropped)        

- Saya lupa membawa kamera saya.

bawa =  bring

- Tony memotong kue.

potong =  cut

- Mereka memfokuskan diskusi pada topik politik.

focus = focus

- Pengadilan memvonis penjahat itu.

vonis = verdict

b. Become men-, when the root word begins with t,d,j,c (t is dropped)         

- Mereka mendengar  suara pesawat.

dengar = hear

- Henry suka menonton film Indonesia.

tonton = watch

- Pak Ben menjual mobilnya.

jual = sale

- Bapak sedang mencuci baju kami.

cuci = wash

c. Become meny- when the root word begins with s (s is dropped)           

- Budi menyapu lantai.

sapu =  broom

d. Become me- when the root word begins l,m,n,r,w,y        

- Pak Leo suka melukis gunung.

lukis = paint

- Hari ini Pak Pahing memasak sayur.

masak = cook

- Ayo, kita menyanyi.

nyanyi = sing

- Perawat  itu merawat pasien dengan baik sekali.

rawat = nurse

e. Become meng- when the root word begins k,g,h and all vowel (k is drooped)        

- Bapak mengirim surat.

kirim = send

- Adik nenggosok gigi.

gosok = brush

- Kasir itu sedang menghitung uang.

hitung = count

- Siapa yang mengambil buku saya?

ambil = take

- Saya akan mengundang Anda ke pesta saya.

undang = invite

- Keluarga saya menginap di hotel.

inap = stay at night

f. Become menge- when the rootword consist of one sylable.         

- Ibu mengecat dinding rumah.

cat = paint

- Pesawat itu  mengebom musuh.

bom = bomb

 

Latihan

a. Temukan kata dasar kata yang digaris bawahi! ( Find the root word of the underlined word below!)

1. Sejak berumur 12 tahun dia  pintar sekali menari.

(……………………)

2. Kalau saya punya uang saya akan membeli mobil itu.

(……………………)

3. Sebelum pergi, ibu mencium anaknya.

(……………………)

4. Jangan melempar anjing itu!

(……………………)

5. Mbak Priska akan mengurus surat-surat saya.

(……………………)

6. Pak Budi menyikat sepatunya.

(……………………)

7. Pak pos mengecap surat-surat.

(……………………)

8. Saya mau memotong  rumput di halaman.

(……………………)

9. Mbak Siska sedang menunggu suaminya.

(……………………)

10.  Herna sedang mencoba baju barunya.

(……………………)

b. Add the prefix me to the root word bellow!
1. Bapak sedang ........................... (seterika) baju-baju saya
2. Guru saya .......................... (goreng) nasi.
3. Di sekolah saya ......................... (ajar) murid-murid.
4. Hari ini  saya ..................... (dapat) e-mail dari teman saya
5. Maaf, apakah Anda bisa ............................ (tolong) saya
6. Boleh saya .......................... (pesan) nasi goreng dan teh manis?
7. Besok Pak Danu akan ........................... (bantu) saya mencuci mobil
8. Ya, Pak besok saya akan ................... (ketik) laporan saya
9. Nonie akan ..............................(jemput) tamu di airport
10. Saya ......................... (pinjam) buku ini di perpustakaan Wisma Bahasa



[ kembali ke Daftar Isi ]




 

 

Realia

A: "Apakah ini buku?"
B: "Bukan. Itu bukan buku. Itu tas."



[ kembali ke Daftar Isi ]



 




Percik
Rubrik ini berisi tentang hal-hal yang lucu dan ringan serta kadang-kadang terjadi dalam setiap proses belajar, baik tentang pilihan kata, sinonim, idiom-idiom atau cara bicara. Tapi misi dari rubrik ini bukan untuk mentertawakan murid tapi belajar dari kesalahan-kesalahan itu untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu redaksi menerima cerita-cerita lucu dari guru ataupun murid.

Heinrich, salah seorang murid dari Denmark, suatu kali dia berkata pada gurunya bahwa ada tiga hal yang paling disukai orang-orang untuk dibicarakan yaitu misteri, agama, dan sex. Dia lalu memberi teka-teki pada gurunya apakah gurunya itu bisa menggabungkan ketiga hal tersebut dalam satu kalimat. Karena gurunya tidak bisa menjawab maka Heinrich lalu menjawab sendiri teka-tekinya. Kalimat itu adalah: “Ya tuhan, pacarku hamil, tetapi aku tidak tahu siapa yang menghamilinya.”


Ada seorang murid dari Jepang. Dia belajar selama 8 bulan. Dia sudah cukup pintar berbicara dalam bahasa Indonesia. Setelah selesai belajar, dia mengundang guru-guru ke pestanya. Saat itu dia bercerita kenapa setiap kali ia membeli minuman, ia selalu diberi minuman dan buah pisang. Lalu seorang guru bertanya. “Bagaimana kamu memesannya?”. Murid itu menjawab, “Saya pisang es jeruk!” Lalu guru itu mengatakan kepadanya bahwa murid itu salah dalam mengucapkan kata ‘pesan’ (order) dengan ‘pisang’ (banana)! Untung ia segera tahu meskipun saat itu adalah hari terakhir dia tinggal di Jogjakarta.




[ kembali ke Daftar Isi ]





 





Masalah Kebahasaan

REDUPLIKASI

Tanya:
Pertama-tama saya ucapkan terimakasih karena dalam Bulletin edisi bulan lalu saya sudah dijelaskan tentang pemakaian kata ulang (reduplikasi) seperti Kakek-kakek, tante-tante, ibu-ibu, dan lain-lain, yang berarti orang yang seumur dengan…
Kali ini saya ingin bertanya lagi. Mengapa dalam bahasa Indonesia ada kalimat “Saya tidak apa-apa”. Apa arti reduplikasi untuk kata “apa”? Terima kasih.

Ayumi, Jepang

Jawab:
Dalam bahasa Indonesia reduplikasi kata tanya seperti apa-apa, siapa-siapa, dan lain-lain dipakai kalau sesuatu (apa), seseorang (siapa), dan lain-lain ada banyak.

Contoh:

  • “Dia bukan siapa-siapa (Artinya: Dia bukan teman saya, bukan pacar saya, bukan adik saya, dll).
  • “Totok tidak pergi ke mana-mana (Artinya: Totok tidak pergi ke kantor, ke pasar, ke Malioboro, dll)
  • “Herna akan datang kapan-kapan(Artinya: Herna mungkin akan datang besok, minggu depan, tahun depan, dll)
  • “Korban gempa di Bantul sudah tidak punya apa-apa lagi” (Artinya: Korban gempa sudah tidak punya rumah, kursi, baju, uang, dll)

Dalam kalimat “Saya tidak apa-apa” artinya: Saya tidak sakit, tidak marah, tidak kecewa, dll. Atau bisa berarti “Saya tidak ada masalah.”


[ kembali ke Daftar Isi ]





 





Mozaik Wisma Bahasa

1 

Halal Bihalal
Tanggal 10 November 2006 di Wisma Bahasa ada acara Halal Bihalal atau disebut juga Syawalan. Halal Bihalal biasanya dilakukan sesudah Hari Raya Idulfitri. Acara ini diikuti oleh semua murid Wisma Bahasa dan semua unit kegiatan di Yayasan Suara Bhakti, yaitu Wisma Bahasa Indonesia, Wisma Bahasa Inggris, PeMad, dan CD. Kami saling bersalaman dengan mengucapkan selamat Idul Fitri dan mohon maaf satu dengan yang lain. Acara dilanjutkan makan siang bersama. Semua senang, semua kenyang.


2

Nonton Bersama
Pada tanggal 18 November 2006, di rumah Mas Danu diadakan acara nonton pacuan kuda dari Australia “Australian Horse Race”, karaoke, dan nonton film. Acara ini diikuti oleh sekitar 15 orang yang terdiri dari 10 murid dan sisanya guru Wisma Bahasa.


3

Tamu dari SMP Muhammadiyah I
Pada tanggal 15 November, di Wisma Bahasa dikunjungi murid-murid dari SMP Muhammadiyah I Yogyakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk melatih bahasa Inggris mereka bersama murid Wisma Bahasa.. Ada sekitar 40 murid dan dibagi menjadi 3 kelompok. Latihan berbicara dilakukan melalui dialog dan permainan.


4 Ulang Tahun
Ada beberapa murid dan karyawan yang berulang tahun pada bulan lalu. Untuk itu pada tanggal 23 November diadakan pesta ulang tahun di Wisma Bahasa. Seperti biasa acara dilanjutkan makan-makan.


[ kembali ke Daftar Isi ]







 

 

 



Selamat Kawan !!


Selamat Ulang tahun kami ucapkan untuk murid, mantan murid, dan staf serta karyawan Wisma Bahasa di mana pun Anda berada. Kami tidak akan pernah melupakan Anda. Semoga Anda selalu baik dan semakin baik.... sukses selalu!!!!
1/12 Shane Wise, Shuichiro Watanabe, Kristin Sullens, Sonoko Fukunaga, Robin Taylor,
2/12 Ernst Basil Rolandsen, Hannah Derwent, Katie Hamann, Anna Fuenfgeld,
3/12 Jayne Couillard, Moritz Merkle,
4/12 James C. Sonnemann, Liesbeth Keulemans, Kimura Koichiro, Stephane Reynier,
5/12 Julia Africa, MacKenzie Green, Bruce Lagareta, Viveca Lofberg, Michael Chong,
6/12 Joe Thornton, Shiori Shimitzu,
7/12 Christof Martin Stamm, Jenny Brav, Yumi Kobayashi, Paul Holford, Sue Ellen O’Farrel, Loic Degen,
8/12 Kara Grennblott, William Vodden,
9/12 Roy Sjamsul, Stephen Girschik, Megan Owens, Anne-Marie Visser, Sanjeeta Sheth,
10/12 Michael Saurer, Raymond Khoo,
11/12 Stephanie Pirolo, Owais Adil Parray, Jessie Kate Guilford, John Rouw, Eri Miyahashi, Amreeta Regmi,
12/12 Jonghye Kim, Christopher Day, Sky World Lee, Kathrin Gross, Phougern Soukvilai, Kahamkoun Pradith, John Hampson, Markus Sprenger, Kim Yu Min,
13/12 Yuko Sasaki, Stefanie Juergens
14/12 Karhahunga Cibangu Sylvestre, Thys DeBruyn, Gina-Kristine Axel, Mamiyo Sameshima, Reza Soekotjo, Anny Vu, Alstair David Gough,
15/12 Jane Evans, Angela Morgan, Nicholas Kukrika, Chang Eun Hye, Jennica Larrison, Nathan James Burke, Francois Jacot, Gwen Western, Martha Aguiar, Sheralyn Janson,
16/12 Graeme Edward Smith, Sogo Naoyuki, Tom Sulivan,
17/12 Fernando Cleopas, Beverly Hopwood, John Patric Ellis, Susanne Huber
18/12 Mary Larkin, Hirotaka Matsumoto,
19/12 Ulrich Weber, Andrew Zlot, John Weaver, Briana Joi Dickinson,
20/12 Henki Eggens, Akiko Suda, Ryan Star, Kerstin Linberg, Nana Miyagi, Joseph Curtin, Jennifer Cheung, Katja Dally,
21/12 John Dexter, Elizabeth Behrend,
22/12 Peter Morisson, Yuki Lea tanaka, Bree Ahrens, Claudia Saluz,
23/12 Greg Thurling,
24/12 Lee Ji-Hye, Andrew Hintz,
25/12 Eric A. Stein, Chris Steffen,
26/12 Martin Benda, Keiko Hishida, David Eric Burke, Danielle ide-Tobin,
27/12 -
28/12 Nicole Brauer, Simon Fleming, Nadine Mhadbi, Sara Negrao, Yasuko Nakashima, Tim Haufe,
29/12 Hilary Coleman, Wayne Davey,
30/12 Paola Carmagnani, Kevin Pitchkering, Lina Andersson, Rath Sophea, Ben Peterson,
31/12 Philip Payne, Niels H.B. Have, Jay Forsythe, Chifumi Yamaguchi, Bowen Uhlenkamp,



Selamat bagi murid yang pada bulan lalu sudah selesai belajar... semoga kenangan baik selalu ada pada kita. Selamat bekerja...jangan lupa untuk selalu mempraktikkan bahasa Indonesia
 
o Stephen Flade (Jerman) UMM
o Annete Flade (Jerman) UMM
o Ben Dalle (Perancis)

ICRC

o Maryana Yuno (Rusia) ICRC
o Kathrin Deakin (Australia) AVI
o Alex Campbell (Australia) AVI
o Runskey Purvis (Belanda) CMM
o Brad Dunstan (Australia) PT. Newmont
o Robert Jolly (Australia) PT. Ferrier Hodgson
o Michelle Gysin (Swiss) Caritas Swiss
o Kai Hodgkin (Australia) Individu
o Wiebke Crewett (Jerman) Univ. of Goettingen
o Seitaro Harada (Jepang) Individu
o Shigetada Sakai (Jepang) Individu
o Marie Anna-Visser (Belanda) Individu
o Ben William (Amerika) Individu
o Aliza Jane hunt (Australia) Individu
o Silke Hidegard (Jerman) GDS
o David Hayes (Australia) Australian Defense Force


DAN YANG TIDAK BOLEH LUPA :




[ kembali ke Daftar Isi ]
You are in : Home > Bulletin
Back to main frame/page


Copyright (C) 1996-2010 Wisma Bahasa. All rights reserved