Wisma Bahasa Bulletin

You are in : Home > Bulletin

Google
Buletin Wisma Bahasa
Edition: September 2007
Isi / Contents
Penulis
Karangan Murid
  Kota Gede

Sulathin Thiladej dan Nitchaya Nik-ngoh
Level: Intermediate

Kronik Indonesia Redaksi
Tata Bahasa - Pemakaian Afiks me-i (bagian 2) Redaksi
Realia Redaksi
Percik Redaksi
Masalah Kebahasaan Redaksi
Mozaik Wisma Bahasa Redaksi
Selamat Kawan !! Redaksi
Alumni bulan Agustus 2007  
Penanggung jawab: Direktur

Edisi 7 Th. I (Mei/2007) - Edisi 6 Th. I (Mar/2007) - Edisi 5 Th. I (Feb/2007) - Edisi 4 Th. I (Jan/2007) - more..







 

 



 

 

 

 

 


 

 

 




Karangan Murid

Kota Gede

Kota Gede adalah kota tua yang dibangun pada tahun 1575 oleh Ki Ageng Pemanahan, Raja kerajaan Islam Mataram, oleh rakyatnya yang disebut “Mentawisan”. Kota Gede terletak di sebelah tenggara jantung kota Yogyakarta. Sekarang kotanya terkenal karena  merupakan sentra kerajinan perak di Yogya. Di Kota Gede masih ada beberapa rumah penduduk Jawa yang tersimpan dengan baik, kurang lebih 170 rumah. Selain itu, di Kota Gede juga terdapat Makam Raja-raja Mataram terdahulu antara lain, Makam Panembahan Senopati (pendiri Mataram) dan Makam Agung (Raja Mataram). Namun, kemudian makam Raja-raja Mataram pertengahan hingga saat ini dipindahkan di daerah Imogiri.

 

Di depan makam, ada pohon “beringin” berjulur panjang yang menandakan usianya yang telah tua seolah menjadi penjaga tempat keramat tersebut. Di dalamnya, suasana tradisional masih sangat terasa di kota ini. Misalnya, terlihat komplek Masjid Agung Kota Gede yang masih seperti di lingkungan kraton, dimana lengkap dengan pagar batu berelief mengelilingi masjid. Pelataran yang luas dimana terdapat beberapa pohon sawo kecik, serta sebuah bedug berukuran besar yang umurnya sudah sangat tua, setua Masjid Agung Kota Gede sendiri.

 

Kota Gede tidak cukup disebut sebagai kota perak dan kota kuno. Tetapi di sini masih ada Pasar Gede. Meskipun bangunannya hanya memakai arsitektur sederhana dan seadanya, Pasar Tradisional yang dibangun pada masa Panembahan Senopati telah menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat mentawisan.

 

Pasar Kota Gede sekarang bertambah ramai dan sesak baik oleh penjual maupun pembeli. Bahkan area pasar bisa bertambah hingga depan kantor pos. Oleh karena itu, oleh sebagian besar penduduk Kota Gede, pasar ini lebih dikenal dengan nama Pasar Legi.

 

Sulathin Thiladej, mantan murid, seorang Diplomat dari Laos
***

Hari Selasa saya, kelas ASEAN dan beberapa guru pergi ke Kota Gede. Kota Gede terletak di sebelah tenggara Wisma Bahasa. Kota Gede disebut kota lama karena kota ini dibangun sejak tahun 1600-an. Kota ini punya sejarah yang sangat menarik. Di kota ini saya bisa melihat banyak pengaruh Jawa juga Hindu dan Islam. Jaman dahalu Kota Gede adalah hutan saja, tidak ada pasar dan tidak ada turis di sana.

 

Kota ini dibangun oleh Panembahan Senopati. Beliau mengembangkan kota ini sampai seperti sekarang. Waktu Panembahan Senopati, beliau membuat masjid, pasar dan juga mendatangkan perajin perak dan emas. Tentang hal perak ini ada sejarah juga bagaimana Kota Gede bisa disebut kota perak. Kerajinan perak mulai berkembang di Kota Gede pada tahun 1600-an. Saat itu Panembahan Senopati mendatangkan perajin perak dan digunakan dalam pembangunan Kraton Kasultanan dan perlengkapan upacara kerajaan. Kerajinan perak menjadi bisnis besar bagi masyarakat Kota Gede sejak tahun 1930-an ketika beberapa orang mendapat pesanan dari perusahaan-perusahaan Belanda dan negara Eropa lainnya.

 

Sejak itu berdiri banyak perusahaan besar yang mengekspor produknya, diantaranya HS Silver yang berdiri tahun 1953. Harga produk HS Silver mulai Rp. 17.000,00 untuk sebentuk cincin hingga 82 juta rupiah yang berupa dinner set. Di kedai perak ini, beberapa teman membeli produknya. Dia juga bilang bahwa produk perak di sini tidak mahal. Ini adalah hal yang menarik dan mendatangkan orang-orang dari seluruh Indonesia dan juga orang asing yang suka dengan perak datang ke Kota Gede untuk melihat.

 

Sebenarnya di kota ini bukan hanya ada perak yang menarik perhatian turisme, tetapi ada lain-lain lagi. Ada apa di sana! Anda harus mengunjungi kota ini sendiri! Selamat datang ke Kota Gede!

 

Nitchaya Nik-ngoh (Na), mantan murid, seorang Diplomat dari Thailand

Jantung = centre of

Sentra = centre of

Kerajinan = craft  

Makam =  cemetery

Berjulur = having root

Keramat = sacred

 

Pelataran =  yard

Bedug = traditional drum

Kuno =  ancient

Sesak =  full

Perajin =  craftsman

Pesanan = order

Sejarah =  history



[ kembali ke Daftar Isi ]







 

 

 

 


 


Kronik Indonesia
Peristiwa yang terjadi setiap hari di Indonesia pada bulan Agustus

3/8
Institut Teknologi Bandung mengembangkan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) serta pemasyarakatan teknologi informasi tepat guna untuk masyarakat kelas bawah. Inovasi yang sudah diujicobakan, seperti softswitch internet protokol (IP) bertenaga baterai, telepon publik berbasis IP, dan modul gateway IP dengan kartu digital.

4/8
Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta menyatakan, calon perseorangan dalam pemilihan kepala daerah seharusnya diperlakukan sama dengan calon dari partai politik. Karena itu, calon perseorangan juga harus didukung 15 persen dari jumlah pemilih.

7/8
Warga Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Yogyakarta secara simbolis melantik Mohammad Irsjadi sebagai kepala desa mereka. Pelantikan oleh warga dilakukan karena Irsjadi yang terpilih dalam pemilihan kepala desa pada tahun 1993 itu belum juga dilantik secara resmi meskipun dugaan ijazah palsu SMP yang dimilikinya tidak terbukti.

8/8
Patricia Herdianto dalam sebuah seminar di Jakarta mengatakan, terapi musik diyakini dapat menjadi salah satu alternatif bagi orang-orang berkebutuhan khusus, terutama untuk mengembangkan kemampuan anak dalam berinteraksi dan berkomunikasi.

10/8
Perjalanan peradaban modern Indonesia cenderung mengalami stagnasi. Salah satu faktor penghambat utama adalah karena budaya menerabas masih tumbuh subur, yang ujung-ujungnya menafikan kerja keras dan kreativitas.

15/8
Tahun ini pemerintah menyediakan dana Rp 1,1 triliun untuk program penanggulangan kemiskinan di 249 kabupaten dan kota. Dana itu tidak diberikan tunai kepada warga, tetapi disalurkan ke kelurahan-kelurahan dalam bentuk bantuan modal pembangunan dan bantuan sosial.

20/8
Pusat Bahasa menerbitkan Glosarium Istilah Asing-Indonesia yang mencakup 182.415 istilah di kelompok ilmu dasar, ilmu terapan, dan humaniora. Glosarium itu merupakan hasil kerja sama Pusat Bahasa dengan Majelis Bahasa Brunei darussalam serta Dewan bahasa dan Pustaka malaysia.

23/8
Pemerintah Daerah Riau menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang membolehkan masyarakat membakar lahan sampai dua hektar. Perda ini banyak dinilai kontroversial. Ketua DPRD Riau menyatakan bahwa perda ini berpihak kepada rakyat kecil.

25/8
Presiden Susilo Bambang Yodhoyono memerintahkan Kepala Polri untuk segera mengungkap dalang (mastermind) pembakaran sejumlah pasar tradisional dan gangguan keamanan serta keselamatan perjalanan kereta api dalam beberapa bulan terakhir. Menurut laporan, ada faktor kesengajaan dalam terbakarnya Pasar Turi Surabaya, Pasar Cipanas di Jawa Barat, dan Pasar Ungaran di Jawa Tengah.

27/8
Menghadapi perkembangan pariwisata tahun 2020 nanti, pembangunan sektor pariwisata harus mengedepankan beberapa aspek, seperti marketing, pengemasan produk, dan optimalisasi nilai tambah periwisata. Tanpa itu, pariwisata Indonesia tidak akan mampu bersaing.

28/8
Jaqueline Wasilewski, ahli kajian antarbudaya dalam sebuah seminar di Jakarta mengatakan, Islam dan barat saat ini seperti dua kutub yang berseberangan. Dalam situasi demikian diperlukan kesadaran dan usaha dari kedua budaya ini untuk mau saling berinteraksi dan memahami perbedaan yang ada sehingga kesalahpahaman dan stereotip antarkeduanya bisa dihilangkan.

[ kembali ke Daftar Isi ]






 

 

 

 




Tata Bahasa

Memakai Partikel -lah, -kah, dan -pun

Di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.
 

mengobati pasiennya = memberi obat kepada pasiennya
mengotori bajuku =  membuat kotor pada bajuku
menyenangi wanita berambut pendek  = suka kepada wanita berambut pendek 
menghadiahi dia sepatu baru = memberi hadiah kepada dia  
memarahinya = marah kepadanya
membasahi rambut saya = membuat basah pada rambut saya
mengetuai parlemen di Inggris = menjadi ketua di parlemen di Inggris
menasihati saya  = memberi nasihat kepada saya
membohongi orang lain = bohong kepada orang lain
menghakimi pencuri itu =  menjadi seperti hakim untuk

Pada edisi ini kita akan belajar tentang pemakaian partikel -lah, -kah, dan -pun. Parikel dalam bahasa Indonesia tidak mempunyai arti. Partikel hanya mempunyai fungsi.

1. Partikel -lah

Partikel –lah berfungsi sebagai penegasan dan penghalus makna kalimat.

a. untuk menegaskan suatu kata dalam kalimat
To emphasize a word in a sentence. The emphasizing can be occur at verb, linking verb, noun, or adjective.

Contoh:   Sesudah belajar,  pulanglah dia. After studying, she went home.

            Makanan  ini tidaklah enak. This food is not good

                  Dialah orang yang mengambil bukuku.He is who take may book.

                  Sesudah  menghidupkan AC, dinginlah kamar ini. After switch on AC, this room is cold.

 

b. untuk menghaluskan kalimat perintah
To refine an imperative sentence. This refining occurs at the predicate of verb. Some user even translate it as “silakan” (please).    

Contoh:   Pergilah sekarang, sebelum terlambat!. Please, go home now, before  you late.

                        Ambilah kalau Anda mau! Please take it, if you want to.

2. Partikel -kah

     Partikel –kah berfungsi sebagai penegasan dalam kalimat pertanyaan. Partikel –kah dipakai untuk menggantikan kata tanya ”apakah”, dan pada kalimat tanya khusus. Particle –kah has functions as emphasizing in question sentence. It is used to replace question word “apakah” (yes-no question), and can occur in specific question.

 

a.  untuk mengganti kalimat tanya (-kah = “apakah“)
To form a question (-kah = “apakah“). Particle –kah can be attached to noun (subject and object) also to verb, linking verb and adjective (predicate).  

Contoh:   Diakah temanmu? (Apakah dia temanmu?) = Is he your friend?

            Datangkah dia? (Apakah dia datang?)= Did she come?

            Sulitkah  belajar bahasa Indonesia? (Apakah belajar bahasa Indonesia sulit?) Is it difficult to learn Indonesian?

 

b. untuk menegaskan kalimat tanya dengan menambahkan -kah di belakang kata tanya. It occurs in specific question. To emphasize a question by adding -kah at the end of a question words

          Contoh:   Berapakah saya harus membayar dia? (Berapa saya harus membayar dia?) How much I have to pay him?

            Siapakah orang yang berbaju putih itu? (Siapa orang yang berbaju putih itu?) Who is wearing the white shirt?

 

3.  Partikel –pun

Particle pun has functions as emphasizing. 

a. untuk menggantikan kata “juga”
To replace the word “juga” (even, too, also)

Contoh:   Dewi sangat pintar, anaknya pun pintar.(Dewi sangat pintar, anaknya juga pintar). Dewi is very smart, her child is also smart.

                  Saya suka nasi goreng,  pizza pun saya suka. (Saya suka nasi goreng,  saya juga suka pizza) I like fried rice, also pizza.

 

b. untuk menggantikan kata “saja”
to replace the word “saja” (-ever, any)

Contoh:   Silakan datang kapan pun Anda mau!(Silakan datang kapan saja Anda mau!)  Please, come whenever you want.

            Saya akan membeli mobil itu  berapa pun harganya (Saya akan membeli mobil itu  berapa saja harganya) I will buy this car no matter how much its price.

 

Latihan

 

Isilah titik-titik di bawah ini dengan : -lah, -kah, -pun ! (Please fill the blanks using particle : -lah, -kah, -pun!)

 

1.   Anda _____________ yang menjadi guru saya sekarang?

2.   Ke mana ______________ Anda pergi, jangan lupa membawa kartu identitas!

3.   Peter _______________ satu-satunya guru WB yang bisa berbahasa Tetum.

4.   Makan ___________ sup ini sebelum dingin!

5.   Tidak hanya laki-laki yang suka bermain sepak bola, perempuan __________ suka bermain sepak bola.

6.   Siapa _____________ presiden Indonesia?

7.   Kamar ini adalah kamar bebas rokok.  Siapa ______________ tidak boleh merokok di sini.

8.   Bukan ____________ orang itu yang bernama Ade?

9.   Berangkat _____________ sekarang! Nanti kamu terlambat.

10.  Berapa __________ harganya, saya akan membelinya.

 


[ kembali ke Daftar Isi ]




 

 

Realia
Rubrik ini berisi tentang realia atau media pengajaran yang dipakai di Wisma Bahasa


[ kembali ke Daftar Isi ]



 

 

 

 

 

 




Percik
Rubrik ini berisi tentang hal-hal yang lucu dan ringan serta kadang-kadang terjadi dalam setiap proses belajar, baik tentang pilihan kata, sinonim, idiom-idiom atau cara bicara. Tapi misi dari rubrik ini bukan untuk mentertawakan murid tapi belajar dari kesalahan-kesalahan itu untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu redaksi menerima cerita-cerita lucu dari guru ataupun murid.

Laos dan Kamboja

Li dan Pox murid dari program ASEAN + 3, sangat terkejut mengetahui bahwa nama negaranya, Laos, adalah nama bumbu yang populer di Indonesia. Orang Indonesia hampir selalu memakai laos (bahasa Inggrisnya: galangal) sebagai bumbu untuk menambah rasa lezat masakannya. Sementara itu Rithy dan Shoka, murid dari program ASEAN +3, juga terkejut mengetahui nama negaranya adalah nama pohon yang biasanya ditanam di makam, Kamboja (bahasa Ingggrisnya: Frangipani)

***

Belanja ke Pasar

Pada suatu hari, Lee, salah seorang murid dari program ASEAN + 3, berbelanja di pasar untuk membeli sayuran karena dia mau memasak bersama teman-temannya dan guru-gurunya di Wisma Bahasa. Dia mau memasak masakan yang disukai orang Laos, Thailand, dan Vietnam. Bahan-bahan yang diperlukan adalah, ikan laut dan sayuran. Setelah selesai mencatat semua yang mau dibeli, dia langsung berangkat ke pasar bersama dua temannya. Setelah semua sayuran dan bumbu masak terbeli, tinggal ikan laut yang belum. Sampai pada loket penjual ikan laut, dia bilang,”Pak, saya mau cium!” Si penjual ikan, yang kebetulan laki-laki, terkejut sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Mungkin penjual ikan tersebut berpikir, “Orang ini sudah gila atau.... Kok laki-laki mau cium laki-laki, dan mau mencium di tengah pasar lagi?!” Temannya Lee yang mendengar juga ikut terkejut dan sempat teriak,”Cium!” Lee tetap saja percaya diri,”Iya cium, satu kg!” Temannya sambil tertawa dan bilang apa yang dimaksud Lee. “Pak, maafkan teman saya. Yang dimaksud bukan cium, tapi cumi,” temannya menjelaskan. Si penjual ikan itu hanya tersenyum sambil mengangguk-angguk,”Ooo....”


 


[ kembali ke Daftar Isi ]





 

 

 

 





Masalah Kebahasaan

Menjawab pertanyaan-pertanyaan murid seputar permasalahan kebahasaan


Tanya:
Saya kadang mendengar orang bicara dengan kata “apa” dengan struktur yang saya belum pernah dengar.
Misalnya:
“Apa Anda mau datang?”
“Anda mau makan sekarang apa nanti?”
Bagaimana pemakaian kata “apa” dalam kalimat ini?
-- Ben, Kanada --

Jawab:
Pemakaian kata “apa” di atas terpengaruh dari bahasa Jawa. Dalam bahasa Jawa kata “apa” berarti “apakah” (kalimat pertama), dan berarti “atau” (kalimat kedua). Tetapi kata “atau” di sini harus selalu dalam kalimat tanya.
Jadi maksud kalimat tanya di atas adalah:
“Apakah Anda mau datang?”
“Anda mau makan sekarang atau nanti?”

***

Tanya:
Mengapa kata “Anda” sering ditulis dengan huruf kapital?
-- mJohn, Amerika --

Jawab:
Kita sering menjumpai kata “Anda” ditulis dengan huruf kapital, baik di surat kabar maupun di dalam surat-menyurat. Pengkapitalan “Anda” lebih disebabkan pengaruh budaya.

Orang Indonesia – juga Asia – secara otomatis akan mendudukkan posisi lawan bicara di tempat yang lebih tinggi. Ini sebagai ungkapan untuk menghormati lawan bicara. Penghormatan terhadap lawan bicara juga ditunjukkan dalam bentuk penyapaan. Sebagai wujud ungkapan penghormatan dan penyapaan itulah, orang Indonesia mengkapitalkan kata “Anda”.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengkapitalan kata juga dipakai pada kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai dalam penyapaan (extending a greeting) dan pengacuan (referencing) seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman.

Contoh:
Kapan Bapak bekerja di Wisma Bahasa?” tanya Isna.
“Silakan duduk, Bu!” kata Dewi.
Kami sedang menunggu Ibu Presiden.

Pengkapitalan kata tidak dipakai pada kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.

Contoh:
Semua kakak dan adik saya sudah bekerja.


[ kembali ke Daftar Isi ]





 

 

 

 

 





Mozaik Wisma Bahasa
Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Wisma Bahasa

Ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan di bulan Agustus. Di antaranya lomba masak, kunjungan ke PPSJ, Malam Indonesia, karaoke, dan memasak di rumah Herna.

-  Lomba masak diadakan pada tanggal 3 Agustus. Acara ini adalah rangkaian acara untuk memperingati ulang tahun     ke-25 Wisma Bahasa. Murid dan karyawan dibagi dalam beberapa kelompok. Yang dinilai tidak hanya makanannya     tetapi juga kekompakan dan kreativitas.

    

-  Kunjungan ke PPSJ (Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta) pada tanggal 11 Agustus. Acara ini juga untuk     memperingati ulang tahun Wisma Bahasa. Di PPSJ tidak hanya melihat satwa tetapi juga menanam pohon.

    

-  Malam Indonesia diadakan pada tanggal 24 Agustus. Acara ini merupakan acara puncak rangkaian ulang tahun Wisma     Bahasa. Dalam acara ini, semua murid, guru dan karyawan memakai baju daerah Indonesia. Tidak hanya itu saja,     acara, makanan, minuman, live music, dan pertunjukan lainnya. Semua bernuansa daerah. Ada juga beberapa anjungan     yang mewakili suku dan adat istiadat di Indonesia, diantaranya: anjungan Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali     dan Nusa Tenggara, dan Papua. Di setiap anjungan disajikan informasi dan pernik-pernik tentang suku bangsa yang     diwakili setiap anjungan.

    

  

-  Karaoke diadakan pada tanggal 18 Agustus, dan memasak di rumah Herna diadakan padatanggal 26 Agustus.


[ kembali ke Daftar Isi ]







 

 

 

 

 




 
Selamat Kawan !!

Selamat Ulang tahun kami ucapkan untuk murid, mantan murid, dan staf serta karyawan Wisma Bahasa di mana pun Anda berada. Kami tidak akan pernah melupakan Anda. Semoga Anda selalu baik dan semakin baik.... sukses selalu!!!!
1/9   Kazuhiko Nishizawam, Kristin T. Landaas, Kazushi Hirokawa, Iris van eeden, Melani Smyth,
2/9   Hirofumi Ozono, Walid A. Al Ozeir, Carole Reckinger, Natalie Klein
3/9   Anje,
4/9   Michael McBrien, Yosuke Kanda, Yumi Miyamae,
5/9   Brian Donaldson, Mauricio Claudio, Kim Thomas Palfrey, Anita Redding, Nathan Sachs, Noriko Mizuno, Ai Akiyama,
6/9   Shizuko Ohtsuka, Keisuke Mochihara, Stopajnik Eva, Wolfgang van Erffa, Celia Melissa Bein, Astra Bonini, Eri         Kawai, Phe Sokha
7/9   Philip Hampden-Smith, Vicki Elizabeth Wilson, Serin Werner, Siravich P
8/9   Akiko Watanabe, Jon Larsen, Toshikiyo Nishiura, Jens Brickmann, Justin Roocke, Olivia Haggenmueller,
9/9   Sonja Vermeulen, Steven Allan Jordan, Michiyo Higuchi, Michael Kane, Georgio Georgantas, Rolf Zelius,  
10/9 Anthony Bottrill, Urban Calouri, Keith Boudreaux, Toshiharu Abe
11/9 Florian Schumacher  
12/9 Arianne G. Van Beusichem, John A.Packer, Ayako Saito 
13/9 David Pascoe, Margy Allen, Mikiko Takei, Nichola Krey, Kim Davis
14/9 Dawn Michelle Young, Kerry Bruce, Henning Effner, Rood Recchia, Joanna Wing,
15/9 Beverley Philips, Tomas Christopher Milligan, Tim Kruetzer, Marius Janson, Paul Newmann, Hans Juergen Hoefel,
16/9 Benny E. Woodard, Angela Fulton, Richt Pompa, Ai Kanno, Edward Wright, Yukari Irifune, Nicola Borchardt, Axel         Faupel,      
17/9 Annette Eckhardt, Shirine Bakhat, Shirine Bhakat, Julie French, Jarrad Merlo, Gregory Strahan, Megan Keller, Ayumi         Ishihara, Shiho Sawai,
18/9 Fiona Robinson, Katie Brockett, Paul Majarowitz, Junko Onishi, James Geeslin, Zilda Daccache, Andreas Nef,         Masahiro Kikutani,  
19/9 Gert Esselink, Samuel Hewitt, Mara A.Kaplan, Steven Coia, Jiang Shuwan, Jesse Trapp, Naoko
20/9 Dieter Grunwald, Isobe Shoichi, Holger Fink, Zeljko Filipovic, Flade Annete
21/9 Michael English, Rose-Lynn Davila, Sandrine Petit, Anna Wikner, Cathy McWilliam, Lynn Renken, Yoshida Yumiko,         Claire Ormerod, Mike   
22/9 Hannah Allen, Amaryllis Thornber, Karmen Balasko, Christoper Whitney, Julie Ann Iveson, Ted Rebholz,
23/9 Glyn James, Birgit Barden, Anne-Marijne Flien-van Liere, Mark Allison, Brian A. Nichols, Maxime Rolf Keffer,         Bronwyn Nicholas  
24/9 Keiya Isoda, Mary Schwarz, Genevieve Carriere, Laurence Angwin
25/9 Stephen Lumley, Alice Crocker, Nilan Fernando, Mika Yokoyama, Kevin Major, Jocelyn McKnight, Andrew Buntrock,         Katrin Mansson, Samuel Bazzi, Seiko Namba, Naho Toda, Robert Anderson   
26/9 Briony Kidd, Park Eun Jin, Ewa Wojkoska, Lars Stenger, Sulathin
27/9 Richard Blocher, Toshiko Sugii, Akiko Okada, Katherine Taplin, Michelle Parlevliet, Caroline Silfverstolpe
28/9 Celia Borgatti, Frederick WC Combe, John A Packer, Albert Tan, Widmer Karin, Karin Siepmann, Anna,  
29/9 Kwee Hui Kian, Kenta Koyama, Valerie Smith, Suzana Halsey, Vander Linden
30/9 Jason Moynihan, Jason Moynihan, Sophie Lizares-Bodegon, Celia Mannaert, Sugi


ALUMNI

Selamat bagi murid yang pada bulan Agustus sudah selesai belajar... semoga kenangan baik selalu ada pada kita. Selamat bekerja...jangan lupa untuk selalu mempraktikkan bahasa Indonesia
 
Cassandra (Australia/AVI)
Michael Renehan (Australia/Individu)
Terence Jacobson (Australia/AVI)
Claire Harding (Australia/AVI)
Ratih Permata Putri (Indonesia/Individu)
Eniko Yamaguchi (Jepang/Individu)
Wendy Mee (Australia/La Trobe Univ)
Kate Walker (Australia/Aus. Emb)
Megan Krugman (Amerika/Individu)
Sally Anne-Henfry (Australia/Individu)
Rolf Zelius (Swedia/Individu)
Carolyne Pfrommer (Jerman/Individu)
Koji Murakami (Jepang/Individu)
Ritta Gerlander (Finlandia/Finland Emb.)
Alison Tirnbull (Amerika/FAO)
Eric Joseph Brum (Amerika/FAO)
Edith Marshall (Amerika/FAO)
Stacie Lawson (Amerika/FAO)
Jennifer Ann Zambriski (Amerika/FAO)
Gabriele Besser (Jerman/DED)
Reiko Yamazaki (Jepang/Nanzan Univ.)
Suraj Sai-Ram Mungara (Amerika/VIA)
Julie Taing (Amerika/VIA)
Ada Joanna Kulesza (Amerika/VIA)
Jonathan Asbjorn Cook (Amerika/VIA)
Elizabeth Carolyn brown (Amerika/VIA)
Cassy Miyoshi Perera (Amerika/VIA)
Bryony Sarah Jones (Amerika/VIA)
Rebecca Wick Gluckstein (Amerika/VIA)
Stephen Clowry (Australia/Aus. Emb)
Saori Noda (Jepang/Individu)
Edith Franke (Jerman/Univ of Marburg)
David Hodges (Australia/Rmit Univ.)
Grace Bongiovanni (Australia/Individu)
Lucy Bongiovanni (Australia/Individu)
Kate Bongiovanni (Australia/Individu)
Amrei Spitzhorn (Jerman/Individu)
Dorcas Spitzhorn (Jerman/Individu)
Michael Ewing (Amerika/Melbourne Univ.)
Hawari Badri (Australia/HKL)
Sayaka Fukushima (Jepang/Individu)


[ kembali ke Daftar Isi ]
You are in : Home > Bulletin
Back to main frame/page



Copyright (C) 1996-2010 Wisma Bahasa. All rights reserved