Wisma Bahasa Bulletin

You are in : Home > Bulletin

Google
Buletin Wisma Bahasa
Edition: Agustus 2007
Isi / Contents
Penulis
Karangan Murid
  Permasalahan Isu Nuklir

Ayako Mazuda
Level: Intermediate

Kronik Indonesia Redaksi
Tata Bahasa - Pemakaian Afiks me-i (bagian 2) Redaksi
Realia Redaksi
Percik Redaksi
Masalah Kebahasaan Redaksi
Mozaik Wisma Bahasa Redaksi
Selamat Kawan !! Redaksi
Alumni bulan Juli 2007  
Penanggung jawab: Direktur

Edisi 7 Th. I (Mei/2007) - Edisi 6 Th. I (Mar/2007) - Edisi 5 Th. I (Feb/2007) - Edisi 4 Th. I (Jan/2007) - more..







 

 



 

 

 

 

 


 

 

 




Karangan Murid

Permasalahan Isu Nuklir

Situasi tentang nuklir menjadi semakin buruk sesudah selesai “Perang Dingin”. Bom nuklir tersebar dan jumlah negara yang mempunyai bom nuklir bertambah. Dalam tulisan ini, dijelaskan mengapa bom nuklir tersebar sesudah “Perang dingin, apa dampaknya, dan akhirnya, cara apa yang diharapkan untuk mengurangi jumlah bom nuklir. Selama Perang dingin, hanya beberapa negara seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, Prancis, dan Cina mempunyai bom nuklir. Negara tersebut mempertahankan rahasia nuklir untuk keamanan negara sendiri dan mempertahankan keseimbangan kekuasaan. Tetapi, sesudah selesai perang dingin, rahasia tentang bom nuklir tersebar karena beberapa negara melakukan bisnis senjata.

 

Dan mengapa negara mengembangkan bom nuklir? Menurut pendapat saya, negara mengembangkan bom nuklir untuk mempertahankan negara sendiri dan memperlihatkan ada kekuasaan. Misalnya, Iraq coba mengembangkan bom nuklir karena Iraq dan Iran bermusuhan dan mempertahankan negara sendiri dari AS. Korea Utala mengembangkan nuklir untuk melawan Jepang dan AS, memperlihatkan ada kekuasaan, dan menggunakan bom nuklir untuk mempertahankan pemerintah Korea Utara.

 

Ada banyak dampak kalau negara-negara mempunyai bom nuklir. Bom nuklir membuat masyarakat internasional tidak stabil. Kalau negara mencurigai negara lain mempunyai bom nuklir, negara-negara menambah kekuasan pertahanan. Dan jumlah bom nuklir terus bertambah.

 

Untuk amengurangi jumlah bom nuklir, apa yang harus dilakukan? Ada beberapa sistem dan perjanjian untuk mengurangi bom nuklir. Tetapi perjanjian itu tidak berguna karena negara yang mempunyai bom nuklir tidak mempunyai tanggung jawab untuk mengurangi bom nuklir. Saya berpikir perjanjian untuk negara yang mempunyai tangung jawab untuk mengurangi bom nuklir adalah perlu.

Penulis: Ayako Mazuda, murid, Diplomat Jepang, Level Intermediate


[ kembali ke Daftar Isi ]







 

 

 

 


 


Kronik Indonesia
Peristiwa yang terjadi setiap hari di Indonesia pada bulan Juli

5/7
Pemerintah mengumumkan daftar bidang usaha yang tertutup dan terbuka dengan persyaratan. Penerbitan aturan itu untuk memberi kepastian dan transparansi bagi investor dalam menentukan bidang usaha yang dipilih.

7/7
Untuk meningkatkan kemampuan penanganan bencana di Indonesia, pemerintah membentuk Badan Nasional Penanganan Bencana untuk menggantikan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi.

9/7
Pameran majalah dinding (mading) yang digelar Surat Kabar Mahasiswa Universitas Gadjah Mada memecahkan rekor Muri sebagai mading terbanyak. Tercatat 400 mading karya pelajar dan mahasiswa dipajang dalam pameran itu.

10/7
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta menyatakan bahwa pada tahun 2008 diperkirakan tingkat pengangguran terbuka perempuan sebesar 8,12 persen jauh lebih tinggi daripada laki-laki (4,38 persen)

12/7
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan bahwa pengaruh berbagai faham keagamaan dari negara lain atau transnasional yang diserap mentah-mentah dengan mengabaikan konteks keindonesiaan rentan menimbulkan konflik dan disintegrasi bangsa.

13/7
Untuk mencegah pemanasan global dalam kurun waktu 40 tahun ke depan, 189 negara maju telah sepakat memberikan bantuan bersama guna menghijaukan hutan dan lingkungan dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya. Setiap hektar hutan yang dihijaukan akan dihargai 100-500 dollar AS.

14/7
Pusat Bahasa Indonesia mengenalkan istilah Automatic Teller Machine (ATM) menjadi Anjungan Tunai Mandiri dan Web Wide World (WWW) menjadi Waring Wena Wanua.

15/7
Saran dokter sangat ampuh untuk menghentikan kebiasaan merokok. Selama ini sangat jarang masyarakat atau dokter memberikan saran kepada perokok. Penelitian menyebutkan, 90 % perokok berhenti

17/7
Teknologi roket berbahan bakar glukosa dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan. Teknologi ini pada prinsipnya berfungsi melontarkan flame retardant atau unsur kimia yang bisa memadamkan api dari kejauhan untuk menjangkau titik api.

18/7
Pemerintah Indonesia berharap agar Arab Saudi tidak melarang pesawat-pesawat Indonesia terbang ke wilayahnya. Namun jika larangan itu tetap diberlakukan, Indonesia tidak akan memberangkatkan jamaah hajinya tahun ini.

23/7
Setiap hari tidak kurang dari 430 bayi meninggal dunia di Indonesia. 75 persen kematian bayi baru lahir terjadi pada minggu pertama. Faktor yang melatarbelakangi tingginya angka kematian bayi, antara lain pengetahuan masyarakat, budaya, norma masyarakat, akses terhadap pelayanan kesehatan, dan faktor sosial ekonomi.

24/7
Pemerintah Indonesioa telah memverifikasi sedikitnya 3.046 pulau di 11 provinsi di Indonesia. Pada Agustus 2007 ditargetkan seluruh pulau di 15 provinsi sudah bisa didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sehingga bisa diakui dunia.

25/7
Forum Rektor Indonesia mendesak pemerintah untuk mencegah komoditasi dan liberalisasi pendidikan karena memungkinkan pemodal asing menjual ideologi dan nilai yang dianutnya melalui pendidikan.

[ kembali ke Daftar Isi ]






 

 

 

 




Tata Bahasa

Memakai Afiks me - i

Di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.
 

memberi warna pada gambarnya.
melempar berkali-kali ke buah mangga di atas pohon.
memberi pagar ke kebunnya.
menawarkan  makanan yang enak kepada saya.
duduk di  meja.
datang di pertemuan APEC.
menembak berkali-kali ke orang-orang di sepanjang jalan itu.
memukul berkali-kali ke mahasiswa yang sedang berdemonstrasi.
meminjamkan uang kepada dia.
mengambil berkali-kali kertas-kertas yang jatuh di lantai.

Pada edisi ini kita akan meneruskan belajar tentang pemakaian afiks me-i. Pada edisi lalu kita telah belajar menggunakan afiks me-i dengan kata dasar kata kerja. Pada edisi ini kita akan belajar menggunakan afiks me-i dengan kata dasar kata sifat dan kata benda.

B. Kata Dasar Kata Sifat (Adjective rootword)      

     1. Dengan kata dasar kata kerja sifat (seperti: cinta, suka, sayang, marah, bohong dan lain-lain) afiks “i”           mengantikan preposisi ”kepada”.  When added to adjective root word (cinta, suka, sayang, marah, bohong) affix           “i” replaces the prepositions “kepada”.

        Contoh:
- Mas Budi sangat mencintai isterinya. = Mas Budi sangat cinta pada isterinya.
- Saya menyukai dia = Saya suka kepada dia.

     2. Dengan kata dasar kata kerja sifat (seperti: kotor, panas, basah, kosong dan lain-lain) afiks me-i           menyatakan subjek membuat kualitas yang dinyatakan kata dasar ke objek.  When added to adjective root word           (kotor, panas, basah, kosong ) affix “me-i” has meaning: subject applies the quality which is indicated by the root           word to  the object.

          Contoh:
- Agus mengotori baju saya = Agus membuat kotor ke baju saya.
- Mesin ini akan memanasi kamarnya = Mesin ini akan membuat panas ke kamarnya

C. Subjek Kata Dasar Kata Benda (Noun)     

     1.  Dengan kata dasar kata benda (seperti: nomor, tanda tangan, air, warna, nasihat, dan lain-lain) menyatakan           arti Subjek memberi dasar (Kata Benda) ke kata dasar pada objek. When adde to noun (nomor, tanda tangan,           air, warna, nasihat) indicates that the subject applies to the object a thing which is indicated by the rootword

          Contoh:
- Saya menomori buku-buku di perpustakaan = Saya memberi nomor ke buku-buku di perpustakaan.
- Tomoko menandatangani formulir = Tomoko memberi tanda tangan pada formulir.

     2. Dengan kata dasar kata benda (seperti: kepala, wakil, jembatan, guru) menyatakan arti:  subjek menjadi /           menjadi seperti  sesuatu (kata dasar) pada objek.  When added to noun (kepala, wakil, jembatan, guru) me-i           indicates that the subjek becomes / as if  which is indicated by the rootword  at the object

          Contoh:
-Pak Danu mengepalai kantor imigrasi = Pak Fanu menjadi kepala di kantor imigrasi.
-Korea mewakili  Asia  dalam World Cup = Korea menjadi wakil untuk  Asia  dalam World Cup

Latihan

Berilah arti afiks me-i pada kalimat-kalimat di bawah ini! Give the meaning of affix me- i in these sentences below!

E.g. Anak-anak sedang mewarnai gambarnya = Anak-anak sedang memberi warna pada gambarnya.          

1.Dokter Pieter sedang mengobati pasiennya.
2.Adikku mengotori bajuku.
3.Saya menyenangi wanita berambut pendek.
4. Hari ini adik saya ulang tahun. Saya menghadiahi dia sepatu baru.
5.Karena anakku nakal, aku memarahinya.
6.Karena panas sekali saya membasahi rambut saya.
7.Siapa yang mengetahui parlemen di Inggris?
8.Bapak menasihati saya untuk belajar lebih keras.
9.Jangan suka membohongi orang lain.
10.Orang-orang menghakimi pencuri itu
 


[ kembali ke Daftar Isi ]




 

 

Realia
Rubrik ini berisi tentang realia atau media pengajaran yang dipakai di Wisma Bahasa

Danu

Anggi

Herna

     
 
    Minuman Anggi lebih panas daripada minuman Herna dan minuman Danu.
    Minuman Danu lebih dingin daripada minuman Herna dan minuman Anggi.
    Q : Mana yang lebih panas, minuman Anggi atau minuman Herna?
    A : Yang lebih panas minuman Anggi.


[ kembali ke Daftar Isi ]



 

 

 

 

 

 




Percik
Rubrik ini berisi tentang hal-hal yang lucu dan ringan serta kadang-kadang terjadi dalam setiap proses belajar, baik tentang pilihan kata, sinonim, idiom-idiom atau cara bicara. Tapi misi dari rubrik ini bukan untuk mentertawakan murid tapi belajar dari kesalahan-kesalahan itu untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu redaksi menerima cerita-cerita lucu dari guru ataupun murid.

Dalam acara pesta Malam Indonesia di Wisma Bahasa murid-murid dari PBI (Peace Brigade International) menyanyikan lagu ‘Imagine’ karya John Lennon yang syairnya sudah digubah sangat lucu. Inilah syairnya:

 

Imagine there’s no grammar

It’s easy if you try

No kosa kata

No kata kerja

Imagine all the students

Escaping from PR

 

Imagine there’s no field trip

It isn’t hard to do

The one horned rhinocerous

Satu-satunya

Imagine all the students

Escaping from PR

 

You may say I’m a dreamer

But I’m not the only one

I hope someday you’ll join us

And the words will be as one

 

Imagine no mendengarkan

I wonder if you can

No need for re-sits

me-i’s or me-kan’s

Imagine all the students

Sharing all the words

 

You may say I’m a dreamer

But I’m not the only one

I hope someday you’ll join us

And the words will be as one


 


[ kembali ke Daftar Isi ]





 

 

 

 





Masalah Kebahasaan

Menjawab pertanyaan-pertanyaan murid seputar permasalahan kebahasaan


Tanya

Kapan kalimat pasif dipakai?

 

James, Australia

 

Jawab

Kalimat pasif dipakai antara lain ketika:

  1. Objek dari kalimat itu menjadi fokus pembicaraan
  2. Pelaku (agent) dari kalimat itu tidak penting atau tidak jelas

Lihat contoh-contoh di bawah ini!

 

contoh 1

 

Iklan menjual mobil atau mengontrakkan rumah di atas ditulis dalam kalimat pasif karena yang menjadi fokusnya adalah mobil (yang dijual) dan rumah (yang dikontrakkan), bukan seseorang (pelaku atau agent) yang menjual mobil atau mengontrakkan rumah. Pelaku (agent) tidak penting.

 

Contoh 2

John     : “Kapan Wisma Bahasa didirikan?”

Agus     : “Wisma Bahasa didirikan pada tahun 1982”

 

Dalam dialog di atas yang menjadi fakus adalah Wisma Bahasa dan tahun berdirinya. Pelaku (agent) tidak menjadi fokus.

 

Contoh 3

Cara memasak mie instan:

  • Mula-mula air dipanaskan sampai mendidih.
  • Lalu air tersebut dimasukkan ke dalam wadah pop mie yang sudah dibuka.
  • Masukkan bumbu lalu diaduk selama 1 menit.

Prosedur memasak mie di atas memakai kalimat pasif (dipanaskan, dimasukkan, dibuka, dan diaduk) dan tidak jelas siapa (pelaku) karena pelakunya bisa siapa saja yang mau memasak mie tersebut (mungkin Anda, bapak Anda, teman Anda, dan lain-lain)

 



[ kembali ke Daftar Isi ]





 

 

 

 

 





Mozaik Wisma Bahasa
Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Wisma Bahasa

Rangkaian acara Ulang Tahun ke-25 Wisma Bahasa dalam foto:

Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-25 Wisma Bahasa pada tanggal 22 Juli 2007, Wisma Bahasa mengadakan beberapa acara untuk merayakan ulang tahun tersebut. Berikut ini beberapa foto rangkaian acara di bulan Juli. Foto lain akan dimuat di edisi September. Selain itu, juga ada foto kegiatan lainnya di bulan Juli.

Seminar

  

Potong Tumpeng dan Makan Malam Bersama se-Yayasan

  

Aksi Sosial - Kunjungan ke Lokasi Bantuan Gempa Wisma Bahasa

    

    

Foto-foto kegiatan lain di bulan Juli 2007

Ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan di sela-sela rangkaian ulang tahun ke 25 Wisma Bahasa. Di antaranya memasak, masangin dan merapi lava tour . Memasak diadakan pada tanggal 7 Juli 2007. Pada acara masak ini murid dan guru memasak masakan negara-negara ASEAN. Pada tanggal14 Juli juga diadakan acara masangin di alun-alun kidul. Selain itu, pada tanggal 21 Juli juga diadakan acara jalan-jalan ke lereng Merapi untuk melihat lava. Acara ini diikuti oleh murid-murid dari ASEAN dan guru-gurunya.

Masangin

  

Merapi Lava Tour

  

Memasak

    


[ kembali ke Daftar Isi ]







 

 

 

 

 




 
Selamat Kawan !!

Selamat Ulang tahun kami ucapkan untuk murid, mantan murid, dan staf serta karyawan Wisma Bahasa di mana pun Anda berada. Kami tidak akan pernah melupakan Anda. Semoga Anda selalu baik dan semakin baik.... sukses selalu!!!!
1/8   Beau Ferguson, Anita Fenton, Meltem Aran,  
2/8   Dana Peterson, Chie Narimatsu,
3/8   Chadd McLisky, Elisa Querci, Anna James, Agus,
4/8   Mitsuru Miyahira, Douglas Phillips Manton, Mirca Barbolini, Jamie Lamont, Shaun Fonseca, Lina Karin Frodin,         Naomi Baird, Dominigue Jacques, Charles Hellawell, Park Chun Kyu,   
5/8   Gina Lee, Alec Raia,
6/8   Elin Cathrine Buchanan, Akemi Yamaguchi, Minako Kamiyoshi, Frances Barn, Joerg Schlaback, Ayako         Kamegaya, Kyaw Tin Shein 
7/8   Junko Nose, Robert Laude, Seitaro Harada,
8/8   Sylvia Hampson, Plottnik bernhard, Sachiko Suzuki, Hidenubo Sato, Ole Magnus Eikeland, Henry Bartram,         Stegmann Verena, Roger pranz,
9/8   Nicholas Wilkinson, Ingrid Margarete Staudt, Mariko Wakao, Trevor Holden, Wakao Mariko, Dale J.Gredler,         Bernie Carmody, Ayako Ono,   
10/8 Masaharu Himeno.
11/8 Rebekah Starbuck, Caroline Cooper, Shinsaku Okada, Jane Shamrock, Shoko Matsuoka, Kristen Haak,  
12/8 Koen Ono, Asa Theander,  
13/8 Alexis Kienlen, Karel Ottens, Glenda Lasslett,
14/8 Frank Lilley, Amber Earles, Alex Grainger, Yusuke Makino, David Hayes,
15/8 Estelle Thomson, Andrew Victor Say,
16/8 Joletha North, Hiroki Nakamua, Summer Lakeman, Markus Dolder, Alan Costerisan, Elisia Yeo, A.J.van der         Have, shayne Cappellani, Paul Metsch,       
17/8 Kakino Kanae, Kulawee Pongpattanajit,  
18/8 John D. Rollings, Katrine Gfeller, Kaname Isiguro, Akari Takatsuka, stephanie Creagh, Melanie Nertz,  
19/8 Bronwyn Powell, Uwe Gunther, Lucien Marcel van Liere, Diana Wrenn, Joost Cote, Irene Sander, Yuan         Wang-Ollikainen, Butet     
20/8 Nicola Rounce, Serena Mueller, Herna,
21/8 Kashlin Lakeman, Simon Phan, Ai Matsubara, Kiyoko Amagasa, Bregje Bidlot,   
22/8 Alan Boulton, Jang Ho Wook,
23/8 Barbara Richards, Glant Findlay, Kathryn Carter-Golden, Madeleine Frey,   
24/8 Debra Dymersky, Mitchell Kreutzer, Peter Western, Scott Schlossberg, Yoshio Hikasa, Cheryl Anne Greenlee,         Sugiyem
25/8 Jamie Camidge, Noah Rozman, Sierra Siskina Morinove, Michelle Vizzard, Christina Lopez Fuentes, Kathrine         Deakin,    
26/8 Clare Danby, Andrew Curtin, Michelle Ann Carnegie, Spencer Brown, Ingela Rutberg, Hiroshi Tsunekawa,         Donald Rolle, Michel van Zijl, Sandrine Ducrest, Jane Wilkinson, Maryana Yuno, Peter Heywood, Robert La         Mont, Rina     
27/8 Jeff William Weiser, Chatrine Robertson, Ashika Thanki, Ninya Limmen, David Michaels,
28/8 Traci Adams, John Nagel, Andrew Thornley, Elisa Hunkins, Jonathan Palmer, John Gallagher, David         Hammerton,  
29/8 Chikako Ikeda, Etienne Dodu, Hami Kato, Ursula Wolpers, Ben Wilkes,
30/8 Anthony Waite, Jane Elizabeth Flood, Nicole Derbinski, Jan Rozendaal, Gunilla Kracht, John Paul Blundell,         Sanna Bergqvist, Shoba Rao P, Darini Raja Singham, Sarini Ayanka De Silva,  
31/8 Kenta Nakahima, Tyler Klayton Kelley, Michael Hillyer, Yurika Morita, Isabelle Hachelte, Evelyn van Dijk,         Nathniel Myers, Tina Rabel,     


ALUMNI

 

Selamat bagi murid yang pada bulan lalu sudah selesai belajar... semoga kenangan baik selalu ada pada kita. Selamat bekerja...jangan lupa untuk selalu mempraktikkan bahasa Indonesia
 
Rebecca Kelly (Individu/Australia)
Jurgen Koepp (Individu/Jerman)
Peter van Bruggen (Kerkinactie/Belanda)
Jose van Bruggen (Individu/Belanda)
Lauren van Bruggen (Individu/Belanda)
Dirk van Bruggen (Individu/Belanda)
Deborah Clifton (OXFAM/Kanada)
Tom Morten (Orica Mining Service/Selandia Baru)
Karen Bryner (Columbia Univ./USA)
Sandro Amigo (World Bank/Spanyol)
Rebeca Martin (AVI/Australia)
Jane Dunlop (OXFAM/Selandia Baru)
Luke Swainson (OXFAM/Selandia Baru)
Connie Cecys (Individu/Australia)
Jacob A. Nerenberg (PBI/Kanada)
Yoko Jin (Individu/Jepang)
Fia Cuerten ( DED/Jerman)
Jeffrey Straka (USAID/USA)
Ben Simmonds (Individu/Australia)
Edgar Janz (OXFAM/Kanada)
David S. Cooper (The Asia Foundation/USA)
Kate Cecys (Dept. Link. Hidup/Australia)
David Cavanough (Aus. Emb./Australia)
Amanda Patrick (Individu/Australia)
Hollie King (Individu/Australia)
Hiang-Hwa Teng (Individu/Jerrman)



[ kembali ke Daftar Isi ]
You are in : Home > Bulletin
Back to main frame/page



Copyright (C) 1996-2010 Wisma Bahasa. All rights reserved